Craft & WeddingMana Pilihan Kamu, E – Invitation atau Undangan Pernikahan Fisik? - Sagu Hati

July 19, 20180

Di tengah maraknya ambisi keluarga & generasi milenial untuk menggelar pesta pernikahan meriah nan mewah, hal sebaliknya justru dilakukan oleh putri seorang konsultan manajemen senior yang agamis, Iman Supriyono. Pernikahan sang putri bernama Izza yang berlangsung pada pertengahan Ramadan lalu itu, dinilai telah mengembalikan nilai kebersahajaan dan kejujuran sebuah prosesi pernikahan suci yang digelar di sebuah aula masjid Surabaya.

Di antara ketidaklaziman yang dilakukan keluarga itu, adalah mengirimkan undangan digital (e invitation) berupa PDF lewat pesan Whatsapp dengan format menarik. Salah satunya, undangan pernikahan ditulis dalam empat bahasa, yakni Indonesia, Arab, Inggris, dan Cina, mengingat sang putri merupakan lulusan Sastra Cina Jiangxy Normal University. Tak hanya itu, dalam undangan juga tertera pesan di mana para tamu harus hadir sebelum acara pukul 07.00, dan tuan rumah sudah siap pukul 06.00.

Undangan pernikahan digital yang telah dikirimkan beberapa hari sebelum acara pun, kemudian diikuti dengan kiriman pesan RSVP alias konfirmasi tamu yang bisa hadir yang dibuat lewat form google agar keluarga bisa lebih mudah mengorganisasi acara. Hasilnya, dari semua undangan yang disebar, ada 517 orang yang mengonfirmasi hadir dengan tambahan informasi bahwa ada yang datang sendiri, berdua, bertiga, bahkan bersepuluh.

Ya, undangan pernikahan merupakan kesan pertama sebelum hari H pernikahan berlangsung, sehingga tak heran banyak orang ingin membuatnya menjadi spesial. Tapi, siapa bilang jika undangan pernikahan harus dicetak secara fisik? Menyebarkan undangan digital di era sekarang, sebetulnya sudah cukup mumpuni, hanya saja memang ada sebagian orang yang beranggapan bahwa hal itu tidak etis.

Menurut perencana pernikahan yang berbasis di Seattle, Julia Paylovski, undangan pernikahan memang menjadi bagian kecil di mana para calon tamu pertama kali berinteraksi dengan sang mempelai di mana mereka pun sudah bisa memperkirakan acara akan berlangsung seperti apa nantinya.

Undangan digital (e invitation) berpotensi menghemat biaya, dan sebuah undangan digital pun sebetulnya bisa menjadi romantis dan se-elegan undangan fisik Apa pun yang menjadi pilihan kamu, apakah e invitation atau undangan fisik, dengan pendekatan yang tepat dan perhatian pada detil, undangan digital dapat juga menjadi berkesan. Inilah beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang e invitation atau undangan digital:

1. Hemat biaya

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mencetak undangan fisik yang sekali buang? Harga memang cukup bervariasi dari mulai di bawah 10 ribu hingga mencapai puluhan ribu per satuan-nya. Semakin banyak tamu yang diundang, tentu akan semakin banyak undangan fisik yang harus dicetak.

Nah, sekarang sudah banyak mempelai yang melakukan kombinasi antar kedua-nya. Untuk, orang-orang yang mereka anggap sepuh atau dituakan, mereka akan mengirim undangan fisik, sedangkan untuk teman-teman dan sahabat mereka biasanya mengirim undangan digital.

2. Menghemat waktu

Banyak orang beranggapan jika mengirimkan undangan digital (e invitation) akan menghemat waktu. Misalnya, tidak perlu melipat amplop, menempelkan stiker nama dan alamat tamu undangan, atau mendatangi jasa kiriman.

3. RSVP semudah jentikan jari

Di Indonesia, tradisi mengirim pesan konfirmasi kehadiran tamu alias RSVP memang tak begitu lazim. Namun, masalah memang kerap terjadi, misalnya untuk undangan yang disebar melalui grup media sosial atau chat biasanya berpotensi membuat tamu yang hadir membludak. Metode RSVP ini sebetulnya akan memudahkan pihak penyelenggara dalam mengorganisasi acara, seperti menyiapkan makanan.

4. Bisa tetap didesain keren

Seperti halnya, undangan tradisional, mempelai juga bisa tetap bereksperimen dengan desain yang keren untuk e invitation mereka. Misalnya, memasukkan tone warna tema pernikahan, atau ornamen khas favorit mempelai ke detil undangan digital tersebut.

Jadi, gimana mau pakai e invitation atau undangan fisik? Semua tentu kembali pada gaya masing-masing 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.