Art & Pop CultureKala Sebuah Tote Bag Mampu Merepresentasikan Status Si Pemakainya - Sagu Hati

June 30, 20180

Lupakan sejenak jenama-jenama ternama semacam Hermes, Celine, atau Mansur Gavriel. Di jalanan kota New York, tote bag berbahan kanvas mampu menunjukkan status dan identitas si pemakainya.

Dari mulai tote bag bertali panjang yang digunakan para mahasiswa sampai tote bag untuk membawa bekal makan siang bagi pekerja komuter, tas jenis ini begitu masif digunakan di mana saja. Mereka bisa mendapatkannya dari pemberian event tertentu, bonus dari situs belanja atau majalah, maupun dibeli langsung di toko-toko ternama.

Tampaknya, banyak perusahaan sekarang menyadari potensi menarik konsumen baru lewat pasukan brand ambassador dengan mengganti tas belanja kertas dengan tote kanvas berlabel. Dengan menggunakannya ke sekeliling kota, konsumen mereka bisa mengatakan kepada dunia, di mana mereka belanja, apa yang mereka baca, bahkan musik apa yang mereka dengar.

Contoh saja, tas berlabel New Yorker, yang dikirimkan kepada para pembaca majalah mereka, mungkin menjadi tas tote paling populer di kota itu dan terbilang prestise. Itulah cara pelanggan mereka menunjukkan kepada dunia betapa berkelasnya bacaan mereka. Tak heran, jika banyak orang yang menilai diri seberapa keren seseorang hanya dari tote bag yang dipakai.

 

tote bag
Ann Wadsworth and her roommate fight over this New Yorker bag.Tamara Beckwith/NY Post

Diana Williams, misalnya, wanta ini bangga membawa kemana pun sebuah tote bag yang ia dapatkan dari tempat bekerjanya dulu di Brigadeiro Bakery yang menjual pastry khas Brazil. Tote bag kanvas yang ia bawa kemana pun ini sekaligus sebagai cara memperkenalkan brand kecil kepada masyarakat.

“Saya suka bakery, saya suka chef-nya, saya suka makanannya,”katanya.

tote bag
Diana Williams loves to rep the SoHo bakery where she used to work.Tamara Beckwith/NY Post

Diana yang merupakan penghuni Bushwick, sebuah lingkungan para pekerja yang terletak di bagian utara New York ini, juga merasa senang ketika diberhentikan dan ditanya oleh orang Brazil di jalan, di mana mereka bisa mendapatkan cokelat senama itu. Tak hanya itu, banyak imigran Brazil di sini yang mengatakan pada dirinya, bahwa itu mengingatkan mereka pada kampung halaman.

Beth Dincuff Charleston, profesor sejarah fashion di Parsons School of Design mengatakan, tote bag sebagai simbol sudah ada sejak pertengahan tahun 1990-an, di mana tote bag ini biasa diberikan saat di pesta-pesta fashion. Seiring tumbuhnya budaya pemberian itu, menurut Charleston, akhirnya banyak orang public relation dan pemasaran menyisipkan jenama di tote bag sebagai hadiah cuma-cuma yang bisa dibawa pulang.

tote bag
Ikwo Ntekim poses with coveted millennial pink totes at Books are Magic store in Cobble Hill.Tamara Beckwith / NYPOST

“Ada sebuah pesta digelar Roberto Cavalli yang bertema Wild, dan tote bag mereka super keren. Saya memperhatikan ada orang yang memakainya, dan saya berpikir, “oh orang itu ada di pesta saat itu.” Dari sana, banyak jenama yang mulai menggunakan tote bag sebagai tempat menyisipkan logo tanpa membuang uang terlalu banyak,”ujarnya.

Lebih lanjut, katanya, tote bag mampu menyampaikan sebuah pesan penting ke lingkungan apa saja. Misalnya, ada seorang mahasiswinya di Parsons yang cukup rutin menggunakan tas kanvas ke sekolah. Padahal mahasiswinya itu punya koleksi tas Louis Vuitton terbaru, dan mereka hanya membawa tote bag!

“Maka, itulah bagaimana sebuah tote bag menjadi simbol status dan identitas personal bagi si pemakai. Ada rasa bangga dan keren karena memakainya, “ujarnya.

Sumber: nytimes

Bagaimana dengan kamu, ingin memberikan hadiah untuk kerabat berisi pesan-pesan personal kamu dan pasangan? Langsung aja cek koleksi DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.