Relax & Escape5 Destinasi Wisata Forrest Bathing yang Patut Dicoba - Sagu Hati

August 30, 20180

Di Indonesia, konsep wisata forrest bathing mungkin belum terlalu dikenal luas. Namun, konsep terapi ini sebetulnya sudah sangat dikenal di Jepang sebagai program kesehatan mental yang diinisiasi pemerintah sejak awal tahun 1980-an, atau disebut shinrin-yoku. Selama lebih dari 8 tahun lamanya, pemerintah Jepang menghabiskan banyak dana untuk mempelajari dampak psikologis dari shinrin yoku alias “terbenam di atmosfer hutan”,

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata forrest bathing ini memang memiliki dampak positif bagi imunitas tubuh, tekanan darah, dan tingkat stres yang bisa bertahan hingga sebulan setelah melakukan perjalanan.. Meski menggunakan istilah bathing, namun jangan salah paham bahwa aktivitas ini seperti mandi di sungai atau basah-basahan ya, karena hanya dengan berjalan santai mengelilingi pohon kekayuan yang rindang saja sudah mampu membuat jiwa dan raga rileks (bathing).

Berikut ini adalah beberapa alternatif destinasi wisata forrest bathing terkenal di dunia yang pastinya wajib kamu kunjungi, apalagi jika bersama pasangan tercinta:

1. Arashiyama Bamboo Grove- Kyoto, Jepang

wisata
sumber: no1japantravel

Arashiyama merupakan wilayah pinggiran di Kyoto yang memiliki pemandangan gunung dan sungai yang indah. Tempat ini telah didesain oleh pemerintah sebagai situs sejarah dan wisata alam nan indah. Di sana juga ada jembatan Togetsukyo yang terkenal dan menjadi ikon, di mana di sekelilingnya terdapat pertokoan, restoran, dan atraksi wisata, seperti candi Tenryuji, hutan bambu Arashiyama yang termasyur, serta perahu kecil yang dapat disewa untuk berkeliling sungai. Menikmati perjalanan di hutan bambu sini tentunya akan memberikan pengalaman yang tak terlupa.

2. Avenue of the Baobabs- Madagaskar, Afrika

wisata
sumber: zambezi safari

Ingin merasakan sensasi sungguhan salah satu karakter film Disney, Madagascar yang dirilis pertengahan 2000-an lalu? Mungkin kamu bisa mencoba mengunjungi Avenue of the Baobabs yang terletak di antara Morondava dan Belon’I Tsiribihina di kawasan Menabe, Madagaskar Barat, Afrika. Meski pepohonan yang tumbuh jarang-jarang, namun tetap menyajikan panorama ciamik.

Sayang, sesungguhnya mereka tengah menghadapi sesuatu yang mengerikan, yakni deforestasi. Pepohonan Baobabs yang sudah berusia 2800 tahun ini merupakan warisan dari hutan tropis yang masih bertahan di Madagaskar. Kawasan ini sendiri masih menjadi daya tarik para petualang dari seluruh dunia untuk menyaksikan keindahan legenda Taman Nasional ini.

3. Hutan Hujan Amazon- Brazil

wisata
sumber: wildernesstravel

Kawasan Amazon melingkupi 3 juta hektar lahan yang merepresentasikan lebih dari sebagian dari hutan hujan yang tersisa di dunia. Para traveler dan petualang pastinya tak mampu membayangkan perjalanan ke Amazon yang dipenuhi dengan pepohonan rindang dan sungai-sungai yang mengalir air jernih.

Perjalanan ke sini akan membawa kita pada kehidupan makhluk sesungguhnya di planet ini, dari mulai udara yang dihirup, air yang diminum, dan cuaca di mana kita bergantung. Mau menikmati pengalaman perjalanan ala Discovery Channel? Tentunya hutan tropis di kawasan Amerika Selatan ini bisa masuk bucket list wisata ke depan.

4. Hutan Nasional Tongass- Alaska

wisata
sumber: Alaska Tours

Tongass merupakan hutan alami terbesar yang berada di Amerika Serikat, tepatnya berada di negara bagian Alaska. Jika kamu berkesempatan ke sana, tentunya tak hanya sekedar menikmati perjalanan menelusuri kehidupan liar dan sejarah budaya, namun juga mencoba sensasi canoeing di danau yang menjadi bagian dari hutan nasional Tongass sambil menikmati sejuknya pemandangan pepohonan.

5. Jungle Jewel in the Sky (Eco Lodge)- Bali, Indonesia

wisata
sumber: tripcanvas

Nggak mau jauh-jauh pergi ke luar negeri untuk menikmati hutan alami? Maka, Ubud Bali mungkin bisa jadi alternatif. Sejak digunakan sebagai lokasi syuting film Eat, Pray, Love yang diadaptasi dari sebuah novel karya penulis Elizabeth Gilbert, popularitas Ubud memang meningkat pesat. Tak heran, karena memang lokasi ini banyak menawarkan panorama alami pedesaan dan hutan yang menyejukkan jiwa.

Beragam resort pun dibangun dengan menjual keramahan alam yang memesona, salah satunya Jungle Jewel in the Sky. Di sini, kamu bisa mencoba menginap di rumah pohon sambil melihat hijau dedaunan menjadi kombinasi sempurna kehidupan kota dan alam liar.

Daripada liburan cuma gitu-gitu aja, dengan adanya forrest bathing ini jadi ada alternatif wisata kan yang bisa dicoba?

 

Berbagai sumber?telegraph/wellandgood

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.