Minim Belaian Cinta Picu Fenomena Skin Hunger, Apa Itu?

Mungkin banyak di antara kita yang tidak memahami pengalaman “skin hunger”, sebuah istilah yang ditujukan bagi mereka yang rindu akan sentuhan fisik dan perasaan cinta dari seseorang. Sentuhan adalah sesuatu yang pertama kali manusia dapat di mana kulit merupakan organ yang paling memiliki sensitivitas. Berada di pelukan hangat seseorang yang dipercaya sebetulnya mampu mengisi ruang kebutuhan fisik dan emosional yang menjadi dasar kebutuhan manusia.

Sejak manusia lahir, kita selalu akrab dengan sentuhan manusia lainnya, terutama dari orang tua yang menggambarkan bagaimana kita bisa dekat satu sama lain. Namun, seiring bertambahnya usia, semakin sedikit peluang seseorang untuk mendapat sentuhan dari manusia lainnya. Dalam kajian empiris, para peneliti mengemukakan, jika pelukan atau sentuhan fisik kecil memang terbukti mampu meredakan stres.

skin hunger
sumber: pexels

Manusia memang mampu ditenangkan dengan sentuhan satu sama lain. Bahkan peneliti mengungkapkan, jika pelukan hangat antar pasangan setiap pagi dapat memicu efek positif yang tahan lama seharian serta meningkatkan kebahagiaan. Pelukan juga dapat meningkatkan produksi oksitosin dalam tubuh, sebuah hormon positif yang memengaruhi perilaku keterikatan dan pengasuhan. Menurut para peneliti, seseorang yang lebih banyak memiliki oksitosin di tubuhnya, cenderung lebih tidak gampang lelah, banyak bersyukur, dan punya stamina fisik lebih stabil.

Dr. Tiffany Field, yang menghabiskan sekian tahun lamanya untuk mempelajari manfaat dari sentuhan fisik pada manusia, menjelaskannya seperti ini:

“Banyak bentuk sentuhan fisik dapat mengurangi rasa sakit, kegelisahan, depresi, dan perilaku agresif serta membantu pembentukan fungsi imunitas dan penyembuhan. Sentuhan juga berguna untuk menurunkan tekanan darah dan detak jantung, serta meningkatkan udara masuk bagi sistem pernapasan.”

Sedangkan, dalam studi lainnya, ia dan mitranya juga menemukan bahwa agresi anak makin meningkat ketika mengalami skin hunger yang dimanifestasikan dengan permainan. Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga kurang kasih sayang akan tumbuh dengan agresif secara verbal dibandingkan mereka yang selalu menerima kasih sayang semasa kecil.

Berikut ini adalah ciri lebih lanjut mengenai skin hunger, adakah salah satunya pernah anda rasakan?

Kesepian

Statistik mengklaim tiga dari empat orang cenderung mengalami skin hunger dalam kehidupan mereka. Artinya, orang yang mengalami kesepian mengalami peningkatan.

Hampa

Setelah putus hubungan atau kehilangan orang yang dicintai, wajar jika kita merasakan kekosongan, terutama saat merindukan pelukan atau sentuhan dari orang tersebut. Orang tua juga bisa mengalami skin hunger. Setelah beberapa tahun menggendong anak mereka yang masih bayi, begitu anak tersebut mulai bersekolah, akan muncul rasa kehilangan. Dengan cara yang sama, skin hunger cenderung meningkat saat seseorang kehilangan sentuhan dari orang yang dicintai.

Depresi

Skin hunger adalah masalah serius karena secara bertahap dapat menyebabkan depresi, stres, frustrasi, kesepian, dan kesehatan yang makin memburuk apabila tidak ditangani dalam jangka panjang.

Teknologi jadi pelampiasan

Jika kita sudah menjalin hubungan dan terlalu mengandalkan koneksi telepon, secara bertahap hal itu bisa meningkatkan jarak. Kebutuhan saling menyentuh harus dipenuhi secara berkala.

Anti sosial

Orang yang mengalami skin hunger dalam waktu yang sangat lama bisa gagal dalam mengembangkan ikatan sosial dan hubungan baik, bahkan mungkin gagal dalam mengekspresikan emosi.Jika kehilangan sentuhan cinta terlalu lama, kita mungkin akan menutup diri dari orang lain dan bersikap antisosial.

Sumber: psychologytoday.com/tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *