Perlukah Tes Kesehatan Sebelum Menikah?

Memang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, betapa bahagianya kita jika bisa menemukan dambaan hati yang akan menemani sisa hidup sampai akhir hayat. Sayangnya, belum banyak pasangan yang menyadari betapa pentingnya memiliki pengetahuan mengenai kondisi kesehatan calon pasangan sebelum berkomitmen bersama. Dilansir Prevention.com, mengetahui kondisi kesehatan pasangan bukan berarti untuk menghalangi pernikahan terjadi, namun untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut sebagai upaya menghindari terjadinya masalah yang lebih buruk. Berikut adalah beberapa tes kesehatan sebelum menikah yang bisa dilakukan, meski terkadang hal ini bisa menjadi kesepakatan antar kedua belah pihak pasangan;

tes kesehatan sebelum menikah
sumber: singaporebrides.com

Tes HIV dan penyakit seksual menular (STD)

Salah satu tes kesehatan paling penting sebelum menikah. HIV, hepatitis B, dan C adalah kondisi serius yang apabila tidak diatasi akan menyebabkan masalah lebih lanjut dalam pernikahan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan pasangan, tentunya akan membantu melindungi diri sendiri atau mungkin lebih bijak mengambil keputusan sebelum menikah. Tentunya, kondisi ini membutuhkan perawatan intensif seumur hidup. Sedangkan, penyakit menular seksual lainnya, seperti sifilis, bakteri vagina dapat dirawat dengan pengobatan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat akan mengurangi risiko kemandulan selama kehamilan.

Tes kelompok darah

Mengetahui kelompok darah pasangan juga penting sebelum menikah karena rhesus isommunization/kelompok darah bisa tidak sesuai hingga memengaruhi janin. Tes ini sendiri sangat mudah dan hasilnya bisa diketahui selama 30 menit. Kelompok darah pada individu adalah, A, B, O dan AB dengan komponen lainnya yang dikenal sebagai faktor rhesus yang merefer pada positif atau negatif.

Wanita dengan rhesus kelompok darah negatif menikah dan pria dengan rhesus darah positif memiliki peluang lebih besar mengalami ketidaksesuaian rhesus di mana sang wanita memproduksi antibodi dan menarget sel darah merah pada janin yang berkembang hingga memicu kelainan bawaan lahir pada bayi. Dengan mengetahui kondisi pasangan, maka dokter akan menyiapkan hal preventif untuk mengatasi hal itu. Pastikan, berkonsultasi dengan dokter anda.

Tes sel gen arit

Penyakit sel parit merupakan kondisi medis yang kronis diakibatkan noda pada sel darah merah. Sesuai sebutannya, sel-sel ini dibentuk seperti sebuah “arit”dan memengaruhi kemampuannya untuk melewati pembuluh darah kecil untuk menyuplai oksigen ke sel dan jaringan otot. Kamu pun bisa mengonsultasikan ke dokter yang lebih ahli mengenai persoalan ini.

Tes kesuburan

Memiliki anak tentu adalah dambaan setiap pasangan hidup, maka tes kesuburan menjadi salah satu yang penting dilakukan sebelum menikah. Isu fertilitas sebetulnya dapat dideteksi sedini mungkin asalkan tanpa trauma biologis, psikologis, serta sosial emosional yang berhubungan dengan kemandulan.

Tes fertilitas sendiri mencakup: analisis seminal untuk melihat kesuburan pria, pengujian hormon kedua pasangan, seperti FSH, LH, prolactin, testoteron, estrogen, dan progesteron, tes ovulasi bagi wanita, bahkan scan ultrasound bagian panggul untuk melihat organ internal reproduksi.

Tes kondisi genetik/kronis

Dengan mengetahui kondisi genetik dan kronis pasangan, maka para pasangan diharapkan siap menghadapi risiko di kemudian hari. Deteksi awal memungkinkan juga bagi pasangan untuk lebih menjaga kesehatan, sebelum terjadi kondisi yang lebih parah. Tes ini juga biasanya mencakup, tes diabetes, hipertensi, kanker, ginjal, atau thalassemia.

Bagaimana anda sudah siap menjalaninya? Jangan ragu untuk mendatangi klinik-klinik kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter ya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *