Asal Usul Di Balik Kepopuleran Meme

Sejak beberapa tahun terakhir, meme menjadi fenomena budaya yang signifikan dan menyebar begitu masif di era media sosial. Namun, meme sebetulnya sudah muncul sekitar 10 tahun lalu dalam forum-forum dunia maya. Meme internet sendiri merupakan bentuk komunikasi sama halnya penyampai pesan dalam suatu budaya. Tiap individu dan organisasi berbeda mulai memperhitungkan nilai abstrak meme dan memanfaatkan dampak sosialnya.

Meme juga mengacu pada  Mirriam-Webster Dictionary, merupakan suatu neologi yang dikenal sebagai karakter dari budaya yang mencakup gagasan, perasaan, ataupun perilaku. Tapi, tahukah anda awal mula mengapa dinamakan meme?

meme
Steve Harvey
Sumber: rollinsd.com

Meme pertama kalinya digunakan oleh seorang pakar etologi dan biologi Richard Dawkins dalam bukunya The Selfish Gene di tahun 1976. Dawkins memandang meme sebagai replikasi diri budaya, yang kemudian menjadi proses evolusi yang menghasilkan transmisi dan mutasi. Tak hanya terbatas meme internet, tapi juga mencakup melodi, fesyen, elemen desain, keterampilan dan lainnya. Definisi yang begitu luas, membuat meme sulit dijelaskan sebagai unit tunggal budaya dan hampir tak mungkin secara empiris dianalisa. Lantaran itu, kajian meme belum banyak menghasilkan teori baru, dan masih sebatas menjadi diskusi filosofis.

meme
Richard Dawkins
Sumber: Huffingtonpost.com

Maka, untuk menjelaskan konsep meme yang begitu abstrak, sangat berguna untuk membandingkan antara evolusi budaya dan evolusi biologi. Misalnya, ketika seseorang mereplikasi meme, tak serta merta bisa langsung ditiru sempurna, di mana biasanya akan melalui proses modifikasi. Dawkins menjelaskan mutasi meme sebagai hasil dari proses yang sama dalam seleksi alam gen di evolusi biologi.

meme aadc
Sumber: brillio.net

Kini, internet telah menjadi media utama di mana meme mampu ditransmisikan dan direplikasi. Hampir tiap hari kita bisa menemui meme internet. Format meme kini banyak digunakan para kreator konten untuk menyampaikan informasi, menghibur, atau membangun pikiran berupa kampanye atau sindiran. Tokoh sastra Suwardi Endraswara mengatakan, meme merupakan calon folklore populer yang merupakan gabungan folklore dan budaya pop lantaran pengaruh kemajuan teknologi informasi.

meme aadc
Sumber: grid

Menurut antropolog James Danandjaja, folklore sendiri merupakan sebagian kebudayaan suatu kolektif, yang tersebar dan diwariskan turun temurun, dalam variasi, secara tradisional, versi beda entah dalam lisan atau contoh dengan gerak isyarat. Namun, untuk menjadi sebuah folklore, setidaknya meme harus melewati dua generasi (50 tahun). Itulah mengapa kehadiran meme yang masih tergolong baru ini, masih disebut sebagai calon folklore.

Bagi para penggila internet, meme menjadi konten yang mudah dicerna dan dapat dieksploitasi untuk mendapat pengaruh sosial. Sebagai masyarakat kolektif, kita telah sampai pada poin di mana meme internet telah merasuk di tiap platform media sosial. Meme di  internet sendiri pertama kali tampil pada papan pesan di akhir tahun 1970-an. Namun, karena penggunaan teknologi yang begitu terbatas, meme di masa itu tidak mengalami mutasi masif seperti sekarang.

Salah satu meme yang sempat populer dan menjadi begitu viral di dunia maya, adalah saat peluncuran film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 tahun 2016 lalu, di mana para kreator begitu kreatif membuat aneka meme percakapan Cinta dan Rangga, berdasarkan kejadian yang tengah hangat dan menjadi pembicaraan banyak orang di dunia nyata.

 Sumber: Fsunews.com/Fisipersui.org/wikipedia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *