Relakanlah Kegagalan Hubungan di Masa Lalu

Siapa yang tak ingin hidup bahagia? Kita semua pasti mendambakan memiliki kehidupan sempurna (mungkin) ya sesuai standar umum di masyarakat. Mempunyai gelar pendidikan, pekerjaan mapan, dan pasangan ideal sesuai dambaan. Namun, apa daya terkadang hidup tak seindah harapan, namun jangan jadikan masalah sebagai penghambat hidup.

Memang tak semudah bayangan, tapi cepat atau lambat kita harus melepaskan dan merelakan, berupaya move on, dan merasakan kembali kebahagiaan sesungguhnya. Dalam menjalani sebuah hubungan, tak selamanya berjalan mulus. Anda ingin terus lanjut, tapi ia justru ingin mengakhiri, begitu pula sebaliknya. Tentu, keputusan mengakhiri sebuah hubungan bukanlah hal mudah bagi kedua belah pihak;

Namun, tetap melanjutkan hidup dan menjadi bahagia lagi sangatlah mungkin. Semua akan kembali pada anda, mari simak apa yang mesti kita lakukan untuk berupaya melepaskan;

Buat keputusan bahwa anda memang ikhlas

beauty and the beast
dok. cbr

Seiring berjalannya, memang kita semua pasti mampu merelakan semua. Namun, tak ada salahnya jika anda sudah meniatkan hati sejak awal untuk ikhlas. Buat komitmen agar anda bisa terus mendapat inspirasi dari hal-hal baru yang dijalani tiap harinya. Tak perlu membicarakan lagi mengenai hubungan di masa lalu baik dengan teman, atau kerabat lainnya.

Berhenti merasa sebagai korban

Ketika merasa tersakiti dalam sebuah hubungan, wajar saja jika kita merasa menjadi korban. Mungkin kita kerap bertanya, kenapa harus saya? Ini normal. Kita kerap menyesal atas apa yang terjadi pada diri sendiri. Terlebih, jika anda telah melalui hubungan dengan kekerasan emosional. Maka, semakin anda tenggelam dalam rasa bersalah, maka semakin anda menderita. Yakinkan, bahwa diri anda berharga dan raihlah kebahagiaan anda kembali.

Ingatlah, berpikir positif tetap membantu

move on
pixabay

Ketika anda melalui hubungan yang salah dan akhirnya berakhir, mungkin anda akan berpikir tak akan mencari lagi pengganti yang lain, atau merasa mungkin saya tidak patut bahagia. Ya, karena pada saat itu anda mungkin lagi merasa sakit dan sedih. Dibanding anda hanya berpikir negatif dan merasa perlu membalas dendam pada sang mantan, ada baiknya anda tetap berpikir positif. Mungkin terdengar klise, tapi tiada orang bisa hidup tanpa harapan akan sesuatu lebih di hari esok bukan? Bagaimana, berpikir positif akan membantu anda melewati masa-masa sulit.

Belajar memaafkan

Salah satu alasan mengapa kita tak juga bisa beranjak dari hubungan masa lalu, adalah karena kita tak mampu memaafkan kesalahan.  Kita merasa sakit dan kita masih tak mampu juga memaafkan.

Maka, anda tak hanya akan menyakiti orang lain (mantan pasangan), tapi juga diri sendiri, karena anda tak memberi kesempatan pada diri sendiri untuk beranjak dan memulai cerita baru.

Dengan melepaskan dan merelakan, maka anda tak lagi terkekang oleh masa lalu, sakit hati, dan pastinya akan lebih bebas untuk bahagia.

Menerima ketika orang datang dan pergi

hubungan masa lalu
pixabay

Beberapa orang menikahi teman masa kecil dan terus bersama hingga akhir hayat. Tapi, banyak juga yang mengalami perjalanan panjang dalam kehidupan romansanya, melihat mereka yang datang dan pergi. Ketika pintu satu tertutup, maka pintu lain akan terbuka. Jika, mereka pergi, maka mudah saja, bab anda dan dia telah usai. Yuk, buka kembali lembaran baru.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *