Relax & Escape5 Desa Wisata Terindah yang Bisa Dikunjungi Bersama Kerabat - Sagu Hati

June 10, 20170

Apa yang terbayang dalam benak anda ketika mendengar kata “desa”? Mungkin, dari kecil kita kerap terdoktrin bahwa pedesaan adalah wilayah yang tertinggal peradabannya dari kawasan perkotaan.

Namun, siapa sangka jika di daerah pedesaan ini anda justru bisa menemukan ketenangan tiada tara yang mungkin saja tidak bisa anda nikmati di kota besar dengan segala problematikanya.

Bicara soal kekayaan dan kecantikan panorama alam Indonesia memang tiada habisnya. Salah satu keindahan dan keunikan yang dimiliki adalah kawasan pedesaan dengan masing-masing budaya khas-nya yang sungguh menggoda untuk dikunjungi.

Dengan nilai budayanya yang masih kuat, dan masih jauh dari sentuhan teknologi tinggi tentunya membuat keunikan tersendiri. Lantaran, keunikan dengan gaya tradisional itulah, begitu banyak turis baik asing maupun lokal yang tertarik. Di mana saja kira-kira desa unik nan indah itu?

Desa Wae Rebo

Salah satu desa indah nan sejuk yang wajib dikunjungi dan cukup dikenal di dunia adalah Wae Rebo yang terletak di distrik Satarmase, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di desa ini, terdapat minimal 7 rumah berbentuk kerucut dengan ukuran tinggi dan diameter yang sama. Rumah unik ini bisa dihuni antara 6-8 anggota keluarga. Jangan tanya soal pemandangan di desa ini, karena mata anda langsung disejukkan oleh pengungan dana lam hijau yang bisa dinikmati setiap hari.

Desa Penglipuran

desa penglipuran bali
dok. fajar

Tak perlu diragukan sebagai wilayah yang dijuluki Pulau Dewata, Bali memang memiliki sejuta pesona keindahan alamnya yang dikenal di seluruh dunia. Selain, memiliki banyak pantai indah, Bali juga memiliki beberapa daerah pedesaan yang menawarkan suasana sejuk yang memanjakan mata dan pikiran.

Salah satunya, adalah desa Penglipuran yang terletak di Bangli. Konon, desa ini juga merupakan yang terbersih di Bali. Desa untuk turis pun tak terlalu besar, hanya sekitar 112 akre, dengan 9 akre untuk pemukiman. Kondisi udara dan lingkungan masih sangat cantik sangat kental dengan budaya Bali. Pepohonan, rumput, dan bunga-bungaan tumbuh subur di sini.

Desa ini juga bebas dari kendaraan bermotor. Anda bisa mengambil foto sambil mempelajari budaya orang-orang lokalnya tanpa takut tercemar polusi. Harga tiket masuk ke desa ini juga cukup murah, yakni hanya Rp7500 per orang.

Desa Munduk

 

desa munduk
dok. balikidsguide

Masih dari Bali, salah satu desa sederhana yang cukup memanjakan hari-hari santai dengan dikelilingi pegunungan nan hijau, adalah Munduk. Di desa ini anda bisa merasakan sejuknya udara kabut di antara perbukitan yang dikelilingi hutan asri, air terjun, sawah, pohon beraneka buah, dan banyak lagi yang tumbuh di wilayah ini.

Peninggalan sejarah Belanda berupa rumah-rumah nan kokoh zaman kolonial dengan tempat-tempat menarik lainnya akan membuat anda makin menyatu dengan budaya lokal masyarakatnya. Penemuan arkeologi, membuktikan, bahwa komunitas di Munduk telah berkembang sejak abad 10 dan 14. Ketika, Belanda mengambilalih Bali Utara tahun 1890, mereka juga bereksperimen dengan penanaman komersil, seperti kopi, vanilla, dan kakao.

Desa Kete Kesu

desa ketekasu
dok. tripadvsior

Desa Kete Kesu berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Utara. Desa ini memiliki keunikan yang tak biasa. Orang-orang di desa ini memiliki kepercayaan jika mengubur tubuh manusia di  jurang tebing merupakan hal baik. Jadi,  jangan terkejut jika anda akan banyak melihat tengkorak bertebaran di sisi jurang di Kete Kesu.

Di desa Kete Kesu, terdapat dua cara penguburan yakni, ditempatkan di jurang dan gua alami, atau bebatuan di rumah yang dinamakan Patane (bahasa Toraja). Ketika berwisata di desa ini, anda bisa melihat peti mati yang dinamakan erong. Kebanyakan erong ini telah mencapai usia sekitar 500 tahun.

Desa Baduy

desa baduy
dok. tripperhood

Sedangkan, di pulau Jawa sendiri, tepatnya di provinsi Banten, desa unik yang begitu terkenal adalah Baduy yang sangat memiliki budaya tradisional yang sangat kuat. Desa yang dihuni oleh suku Baduy ini terbagi dalam dua kategori yakni Baduy luar dan Baduy dalam. Jika anda ingin ke desa ini, anda bisa langsung mengunjungi pintu masuk desa Ciboleger.

Jika anda menyukai fotografi dan ingin mengambil foto-foto desa Baduy, maka pastikan anda menyiapkan stamina. Karena anda mesti mendaki ke desa Baduy sekitar 5 jam. Perjalanan mungkin saja melelahkan, tapi sepanjang itu, anda dapat menikmati udara segar dan bukit yang mempesona.

Lantaran, orang Baduy sangat menghargai alam, maka begitu anda sampai pemukiman mereka, anda bisa melihat rumah-rumah yang terbuat rapi dari bambu, serta sungai dengan air jernihnya yang mengalir di sekitarnya. Begitu pula dengan kondisi hutan, yang begitu dijaga dengan kehati-hatian.

Berbagai sumber                     

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *