Menilik Tradisi Pemberian Souvenir di Dunia

Saat menghadiri acara tertentu, seperti pernikahan, ulang tahun, atau yang diselenggarakan korporasi, sebagai tamu kita pasti akan diberikan sebuah souvenir atau kenang-kenangan.

Tapi, tahukah anda, apa makna dan sejarah di balik tradisi pemberian souvenir ini sebenarnya?

Souvenir (dari bahasa Prancis, artinya adalah mengingat), memento, keepsake, atau token of remembrance, sebagai obyek di mana seseorang akan selalu terasosiasi dengan memori itu.

Sebuah souvenir bisa menjadi sebuah obyek atau benda yang dikoleksi atau dibeli saat traveling ke beberapa wilayah atau obyek wisata tertentu.

Benda tersebut bisa saja memiliki nilai instrinsik, atau hanya sekedar simbol atas pengalaman masa lalu. Berikut adalah beberapa fungsi souvenir di dunia;

Obyek

souvenir
dok. planetandgo

Bukan hal baru jika souvenir juga menjadi bagian penting industri turisme dunia. Souvenir dijadikan sebuah benda yang bisa diasosiasikan dengan lokasi tertentu sebagai kenang-kenangan bagi para pembeli. Tak hanya itu, industri souvenir yang dikelola serius juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal serta media promosi getok tular yang dibawa turis bagi daerah wisata.

Beberapa merchandise yang masuk kategori mass produce tersebut di antaranya, clothing, T shirt, topi, perangko, magnet kulkas, figur miniatur, mug, serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Sedangkan, souvenir yang non mass produced mencakup folk art, handicraft lokal, serta koleksi yang  memiliki nilai nostalgia terhadap sejarah tertentu.

Memorabilia

souvenir
dok.university of delaware

Sama halnya seperti souvenir, memorabilia (diambil dari kata memorable) merupakan sebuah obyek yang berfungsi untuk kepentingan sejarah, serta dihargai sebagai kenang-kenangan sebuah event perusahaan, selebriti  atau brand. Sering kali memorabilia disimpan sebagai dengan penutup pelindung atau penutup pajangan agar kondisinya tetap terawat.

Hadiah

souvenir
dok. asian lifestyledesign

Salah satu negara yang menjadikan kado sebagai sesuatu yang istimewa adalah Jepang. Di sana, souvenir lebih dikenal dengan sebutan omiyage, yang dipilih dari meibutsu, atau biasa dikaitkan dengan produk-produk yang berkaitan dengan daerah tertentu.

Membawakan hadiah buat keluarga atau kerabat bagi sebagian pelancong adalah kewajiban sosial. Tak heran, penjualan omiyage menjadi salah satu bisnis besar di situs turisme Jepang. Namun, tak seperti souvenir umumnya, omiyage lebih sering berupa produk makanan spesial, dikemas ke dalam beberapa porsi agar mudah didistribusikan ke keluarga atau kerabat di tempat kerja.

Di Filipina, tradisi serupa membawa souvenir sebagai hadiah untuk keluarga dan teman biasanya dinamakan pasalubong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *